Langsung ke konten utama

Pos

NAMA KOMODITAS PERTANIAN



No Nama Umum Nama Latin



1 Abei Fragaria
2 Abrosia Abrosia spp
3 Abutilon Abutilon spp
4 Acer Acer palmatum
5 Adas Foeniculum vulgare
6 Adas Sowa Aqethum grave
7 Adas-adasan Gomphrena globosa
8 Aechmea Aechmea
9 Aesculus Aesculus hippocastanum
10 Ageratum Ageratum
11 Aglaonema Aglaonema sp
12 Aglaonema Silver Aglaonema commutatum
13 Aglaonema Treubi Aglaonema treubi
14 Agropiron Agropiron
15 Akalifa Acalypha sp
16 Akalifa (Ekor tupai) Acalypha wilkesiana
17 Akar Gomet Pericamphylus glaucus
18 Akar Kelimpar Embalia ribes Burm
19 Akar Kepayang Hodgsonia macrocarpa
20 Akar Kucing Toddalisa asiatica
21 Akar Naga Poliypodium feei
22 Akar Rumput Alternanthera sessilis
23 Akar Sambang Merremia peltata
24 Akar Slemang Merremia umbellata
25 Akar Wangi Andropogon zizanioides
26 Akasia Cassia sp
27 Alamanda Alamanda chatartica
28 Alang-alang Imperata cylindrica
29 Alba Rosa Cordyline terminalis
30 Aleander Neri…
Pos terbaru

LAPORAN

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. WILAYAH SANGIRAN
Sangiran adalah sebuah situs arkeologi di Jawa, Indonesia. Sangiran memiliki area sekitar 48 km². Secara fisiografis sangiran terletak pada zona Central Depression, yaitu berupa dataran rendah yang terletak antara gunung api aktif, Merapi dan Merbabu di sebelah barat serta Lawu di sebelah timur. Secara administratif Sangiran terletak di Kabupaten Sragen (meliputi 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Kalijambe, Gemolong dan Plupuh serta Kecamatan Gondangrejo) dan kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Sangiran terletak di desa Krikilan,Kec. Kalijambe ( + 40 km dari Sragen atau + 17 km dari Solo) situs ini menyimpan puluhan ribu fosil dari jaan pleistocen ( + 2 juta tahun lalu). Fosil-fosil purba ini merupakan 65 % fosil hominid purba di Indonesia dan 50 % di seluruh dunia. Hingga saat ini telah ditemukan lebih dari 13.685 fosil 2.931 fosil ada di Museum, sisanya disi…

SITUS PURBAKALA YANG ADA DI INDONESIA

SITUS SANGIRAN
Sangiran adalah sebuah situs arkeologi di Jawa, Indonesia. Area ini memiliki luas 48 km² dan terletak di Jawa Tengah, 15 kilometer sebelah utara Surakarta di lembah Sungai Bengawan Solo dan terletak di kaki gunung Lawu. Secara administratif Sangiran terletak di kabupaten Sragen dan kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah. Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya. Pada tahun 1996 situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.
Tahun 1934 antropolog Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald memulai penelitian di area tersebut. Pada tahun-tahun berikutnya, hasil penggalian menemukan fosil dari nenek moyang manusia pertama, Pithecanthropus erectus ("Manusia Jawa"). Ada sekitar 60 lebih fosil lainnya di antaranya fosil Meganthropus palaeojavanicus telah ditemukan di situs tersebut.
Di Museum Sangiran, yang terletak di wilayah ini juga, dipaparkan sejarah manusia purba sejak sekitar 2 juta tahun yang…